Bisnis Forex Halal atau Haram?

Pertama, buka formulir pendaftarannya. Pinjaman cepat tanpa jaminan memang bisa benar-benar menyilaukan mata banyak orang. What is forbidden, clearly, is the speculation. Mohon sekiranya dijawab ya gan. Kamu bisa menyebutkan beberapa logo merek produk yang begitu melekat di ingatanmu?

Apakah Trading Forex itu Haram? Pada dasarnya, Trading Forex itu sama halnya dengan jual beli pada umumnya. Dan dalam Islam, hukum Jual Beli itu pada dasarnya adalah halal. Namun perlu dipahami bahwa sudut pandang (perspektif) Islam dalam menentukan Halal Haram itu sangatlah luas.

HUKUM HALAL HARAM TRADING FOREX

Bisa jadi sesuatu yang pada dasarnya halal, namun karena proses dan cara melakukannya tidak benar, maka bisa saja menjadi Haram. Itulah yang namanya Perspektif. Secara umum, dari sekian banyak diskusi tentang hukum trading forex yang saya temui di berbagai forum maupun blog, rata-rata mempermasalahkan poin ke-4 dan 5 dari list di atas.

Ada yang menganggap bahwa transaksi Trading Forex Online jual beli mata uang asing secara online itu dilakukan tidak secara tunai. Dan itu yang menjadi dasar diharamkannya trading Forex. Ada juga yang menganggap bahwa yang diperjual belikan dalam Trading Forex itu barangnya tidak diserahterimakan secara fisik, namun hanya berupa angka-angka digital saja.

Dari beberapa diskusi yang saya pantau di berbagai forum maupun blog, berikut garis besar penjelasan dari mereka yang berpandangan bahwa trading forex itu halal. Trading Forex itu bukan sekedar tebak-tebakan atau untung-untungan.

Namun perlu analisa mendalam baik secara Teknikal maupun Fundamental. Jika anda hanya mengandalkan tebak-tebakan tanpa mempelajari ilmunya secara mendalam, baru bisa dikatakan anda hanya main spekulasi dan itu bisa jadi Haram. Forex Trading itu murni memperdagangkan mata uang asing. Keuntungan diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual. Beda halnya dengan meminjamkan uang kepada seseorang, dan sebagai imbalannya anda berharap ada pengembalian lebih.

Meskipun kita tidak memegangnya secara langsung secara fisik , namun dalam trading forex online, uang kita akan masuk ke dalam saldo akun kita dan sepenuhnya menjadi milik kita. Seperti halnya saat melakukan transfer uang, kita tidak mendapatkan uang secara fisik tho, namun hanya berupa angka di rekening kita. Dan itu sah-sah aja kan? Banyak yang mempermasalahkan hal ini. Katanya transaksi dalam Trading Forex online itu tidak tunai dan dianggap Haram.

Mereka menganggap bahwa kita mendapatkan asset kembali saat posisi trade ditutup, jadi ada jeda di sana antara posisi open trade dan close trade, dan ini dianggapnya tidak tunai dan menyebabkan Haram. Aktualnya, saat kita klik opsi Buy misalnya , artinya kita membeli asset dengan saldo kita sesuai harga SPOT saat itu.

Ketika grafik berjalan, artinya asset itu memiliki perubahan nilai bisa lebih rendah atau lebih tinggi , dan kita bebas untuk tetap menyimpannya atau menjualnya kembali. Jika dirasa harganya sudah cukup tinggi, kita bisa menjualnya kembali dengan klik tombol CLOSE trade. Saldo terpotong langsung dan kini kita memiliki aset. Saldo kita bertambah langsung dan aset itu sudah tidak kita miliki.

Jadi lebih condong ke arah spekulasi Maisir, Haram. Salah satunya adalah dari Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M. A yang kurang setuju perihal batas waktu penyelesaian transaksi jual beli yg dibatasi maksimal 2 hari ini. Seperti yang dikutip dalam blog Abumusa Albakasiy , beliau kurang setuju dengan penetapan MUI tentang batas waktu penyelesaian transaksi yang maksimal 2 hari tersebut dengan alasan kondisi yang tak terhindarkan karena merupakan transaksi internasional.

Menurut beliau, di era modern seperti saat ini, seharusnya transaksi bisa dilakukan dengan lebih cepat. Denagn memberi batasan penyelesaian 2 hari, itu sama halnya memberi peluang kepada para pemakan riba atau para speculator yang telah menjual dananya dengan skema spot untuk melangsungkan kejahatannya. Demikian ulasan mengenai apakah Trading Forex sama dengan judi, bagaimana hukum trading forex apakah halal atau haram, termasuk juga bagaimana pandangan MUI terkait aktifitas jual beli Valas atau Trading Forex, juga sudah kita simak melalui FATWA yang dikeluarkannya.

Arguably, this in itself is just a camouflaged interest component, and if this view is taken, it makes Forex trading problematic according to Islamic law. The interest problem also eliminates any possibility of trading Forex forwards, as there is always an interest element involved in these transactions. Having reduced the issue to one of trading spot Forex and assuming there is no interest element deemed to be involved, we move onto the next issue.

So clearly, the Prophet Mohammed peace be upon him had in mind exchanges of different types of commodities that would be made between two parties, recognizing that this was a natural and just aspect of commerce. In fact, one could extrapolate that it was natural and accepted for a deal to made between two different parties.

In modern times, it can be argued that in regards to Forex trading, the deal is made between a Forex broker and a trader, so this would qualify under such a definition of two different parties, which would be permissible according to Islamic law. We would seem to be on solid ground here, as when a trade is made with a Forex broker, it takes effect immediately.

Interestingly, this could suggest that all non-market trades i. They are simply speculating that the value of one with go up and the value of another will go down.

Is such speculation permissible according to Islamic law? This is an extremely difficult question to answer and it may be one that should be discussed with your own religious leader rather than being decided base on an internet article.

We can start by saying that Islam recognizes that nearly all adult human beings strive to improve their financial positions, and that life involves a large element of uncertainty. In life we are confronted with many choices, the outcome of which is unclear, and we strive to use intelligence and skill in choosing the available option that will produce the superior outcome. However, we then must go on to say that gambling is strictly forbidden by Islamic law, even as a form of recreation or entertainment when undertaken with small monies which the gambler might be said to be able to afford to lose.

In measuring these two competing elements, it can be said that it is the method of speculation that makes the difference. One author has examined the subject and stated that speculation on the basis of fundamental analysis is permissible, but technical analysis is not, and an interesting reasoning is given: However, this argument can certainly be criticized as spurious as related to market realities.

For example, is a speculator who believes that the U.

Breadcrumbs

Berikut ini adalah berbagai ulasan untuk melihat beragam kontroversi seputar apakah forex halal atau haram dari beragam kacamata. Di Pojok Bisnis ini selain rubrik Forex dan Investasi & Saham, dia juga berbagi macam-macam ide-ide bisnis yang menginspirasi. Jangan lupa klik tombol share social media di bagian bawah artikel, agar artikel. Fatwa Mui Terkait Bisnis Forex Halal atau Haram Seperti yang kita tahu, Majelis Ulama Indonesia atau MUI, selaku panutan umat Islam telah mengeluarkan fatwa terkait halal haramnya bisnis Forex. Lembaga ini menyatakan jika bisnis forex dengan transaksi SPOT hukumnya boleh. HUKUM HALAL HARAM TRADING FOREX. Dalam menentukan halal ataupun haram dalam agama Islam membutuhkan sebuah perspektif yang sangat luas, termasuk juga dalam dunia trading. Apapun itu yang tidak sesuai dengan syariat islam pasti akan menjadi sesuatu yang tidak benar dan haram hukumnya untuk dilakukan.